Pengurusan Paspor (Jilid 2)

Lanjutan yaa dari sini

Sebelumnya aku mau jelasin alasan kenapa aku bikin paspornya via manual alias walk in alias rela bersusah-susah ke Imigrasi. Jadi aku dan suami berencana mau migrasi dari Paspor Biasa 48H menjadi Paspor Elektronik (E Paspor) 48H. Alasannya? Denger-denger tahun ini mesti pada ganti ke E Paspor. Keuntungannya sendiri : bisa autogate di Bandara Internasional tertentu (contoh : Bandara Soetta Jakarta) dan bebas visa ke Jepang selama 3 tahun dengan masa tinggal tidak lebih dari 15 hari. CMIIW… Dan tidak tertutup kemungkinan negara-negara lain bakal mengikuti jejak Jepang membebaskan visa khusus pemegang E Paspor Amiiinnn semoga aja yaa

Nah awalnya memang aku mau bikin via online. Cuma peraturan sekarang adalah : Daftar Pra Permohonan Paspor >> Isi Data >> Bayar Paspor di Teller/ATM Bank BNI >> Masuk lagi lewat link yang dikirimkan di email kita dari Imigrasi >> Pilih jadwal kedatangan >> Datang ke Imigrasi pada jadwal yang sudah dipilih dengan membawa berkas untuk kemudian wawancara dan foto. Beda saat aku mengurus paspor online adek-adekku tahun 2012 disini yang mana harus scan dokumen dulu lah, trus harus tetep isi formulir (sekarang sih tetep isi formulir juga hehehe), hanya saja memangkas antrian 1x sehingga saat serahkan dokumen bisa langsung foto dan wawancara. Yang membedakan juga adalah bayar paspor itu setelah cek dokumen, diterima oleh petugas baru diarahkan untuk membayar biaya paspor. Makanya aku pun tertarik untuk mencoba online lagi tahun ini

Aku banyak cari info lewat browsing internet tentang pengurusan E Paspor via online. Sampe akhirnya aku baca (lupa blognya), ada 2-3 kasus yang mana dia udah daftar online, nyampe Imigrasi ditolak karena harus submit dokumen hanya bisa lewat manual, jadi duit yang udah dia setor ke BNI hangus!! Bayangin deh berapa duit tuh, 1 E Paspor aja udah sekitar IDR 650.000. Apalagi kalo ternyata buatnya rame-rame. Trus ada juga aku sempet baca blanko E Paspor lagi kosong, entah ada stok lagi kapan. Nah melihat beberapa pelajaran tadi, aku pun mikir enaknya gimana ya. Aku pengen lancar aja bikin paspornya tapi aku juga nggak mau dong kalo ada masalah misal amit-amit sampe ditolak dan uang hangus. Walaupun saat ini aku cek di website Imigrasi sudah ada pilihan E Paspor yang artinya blanko sudah ada dan sudah bisa mendaftar via online, aku tetep pilih aman sodara-sodarišŸ˜€. Oh iya buat yang baca ini, pilihan ada di tangan anda lho ya, bukan berarti daftar online itu susah, enggak, gampang banget malah sekarang nggak pake scan dokumen segala, jadi silahkan memilih sesuai hati nurani (macem kampanye pemilu..)

Dokumen yang diperlukan pun nggak jauh berbeda dengan sebelumnya :

Pengurusan Paspor Baru (Dewasa) :
– Fotokopi KTP (ukuran A4, jangan bolak-balik, jangan dipotong, dibikin ukuran besar)
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir/Ijazah/Buku Nikah (pilih salah satu, lebih aman siapkan semuanya)
– Surat Keterangan Bekerja (asli dan fotokopi), di persyaratan yang ditempel pihak imigrasi sih nggak ada, tapi lebih baik jika dilampirkan

Untuk pengurusan perpanjangan paspor, ditambahkan Fotokopi Paspor Lama (model sama dengan fotokopi KTP di atas)

Pengurusan Paspor Baru Anak (di bawah 17 tahun) :
– Fotokopi KTP Kedua Orangtua
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir anak
– Fotokopi Buku Nikah Orangtua
– Fotokopi Paspor Kedua Orangtua

Dan untuk pengurusan perpanjangan paspor anak tidak jauh berbeda dengan di atas ditambah paspor lamanya…

Jangan lupa juga untuk menyiapkan dokumen aslinya termasuk paspor lama jika mau perpanjangan, karena sewaktu-waktu dokumen tersebut diperiksa petugas saat pengecekan berkas. Jadi pastikan benar semua dokumen baik asli maupun fotokopi sudah lengkap, baru deh dengan pedenya serahkan ke petugas

UPDATE :
Karena tanggal 24 kemaren aku dan suami berhalangan dateng ke imigrasi (suami diundur pulangnya dari Turki hiks..), hari ini aku ke imigrasi lagi deh buat ambil nomer inden, tau nggak dapet slot kapan??? 30 Juli, oke fix sebulan nunggu…

Baiklah kita atur rencana liburan abis Idul Fitri ke tempat laen dulu *mulaimewek* baru urus paspor dan baru bisa ke Singapore huwaaaaa..

UPDATE LAGI :
Iseng buka twitternya Imigrasi Batam, katanya e paspor lagi nggak bisa dibuat di Imigrasi Batam, ada masalah di proses cetak e paspornya. Masha Allah cobaan apa lagi ini, kenapa pas banget di kala mau perpanjang paspor???? Masa harus bikin di imigrasi Jakarta siihhh?! Semoga bulan depan sistem e paspornya udah kembali normalšŸ˜¦

One thought on “Pengurusan Paspor (Jilid 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s