Langit 1 Tahun

Masih segar di ingatan, di awal bulan ini setahun yang lalu, kejadian demi kejadian yang membuat hidupku 180 derajat berubah. Menjadi seorang ibu..

Tanggal 1 Maret 2014, belum juga ada tanda-tanda aku akan melahirkan padahal HPL tanggal 28 Februari kemarin. Yang ada malah bangun pagi tiba-tiba ada cairan ngalir, merembes. Nggak tau apakah itu ketuban atau bukan. Nggak ada kontraksi samsek

Tanggal 2 Maret 2014, masih sama kejadiannya seperti tanggal 1 sebelumnya. Cairan merembes, tidak ada kontraksi, tidak ada tanda-tanda si kecil mau keluar

Tanggal 3 Maret 2014, langsung cek ke dokter. Dokter nggak bisa pastiin apakah yang merembes itu beneran ketuban atau bukan, jadi cek USG, yang terlihat adalah air ketuban sudah berkurang. Disarankan untuk mulai induksi, tapi aku dan suami sepakat untuk caesar saja karena dokter tidak yakin 100% apakah dengan induksi bisa lancar melahirkan alami atau tidak. Jam 10 keluar dari ruangan dokter, aku mulai puasa, perjalanan menuju Lab Prodia untuk cek darah. Jam setengah 1-an balik ke klinik dan jam 1 siang resmi jadi penghuni sementara ruang rawat inap kelas 3. Cek alergi, pasang kateter, pasang infus, semua itu adalah hal pertama dalam kehidupanku. Rasa takut, cemas, bahagia bercampur jadi satu. Jadwal operasi yang seharusnya jam 2 siang diundur karena ada pasien yang masih memakai ruang operasi untuk operasi THT. Hampir jam 3 sore, aku masuk ke ruangan operasi. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa agar semua lancar. Dokter anestesi menyuntikkan bius dan aku mulai tidak bisa merasakan kakiku. Selama operasi tim dokter ngobrol dengan santai dan sesekali mengajakku tertawa. Jam 15.24, Sabda Langit Anandra lahir ke dunia. Tangisannya sangat kencang. Dan ternyata saat operasi berlangsung, dokter mengatakan kalau ketubanku sudah berwarna hijau. Entah aku harus bersyukur dengan keputusan caesar ini atau aku harus bersedih karena tidak bisa melahirkan alami

4 jam setelah operasi, efek bius mulai menghilang dan itu saat-saat paling menyakitkan. Dan dalam keadaan sakit itu harus mulai belajar nyusuin. Dengan susah payah Alhamdulillah si kecil dapet kolostrum juga. Karena mulai banyak tamu yang datang menjenguk, otomatis ruangan kelas 3 pun jadi lumayan sesak. Mamaku menyarankan agar pindah kamar, akhirnya suami nanya ke perawat dan dapet di kamar kelas 1. Alhamdulillah lebih lega dan lebih privat tentunya

Hari demi hari terlalui, mas Langit begitu kami memanggilnya, selalu aktif, ceria dan merespon setiap hal yang dilihatnya. Mulai tengkurap menjelang umur 3 bulan, bisa duduk saat umur 6 bulan dan menikmati MPASI buatanku, tumbuh gigi sekaligus 2 buah di bagian bawah saat umur 6 bulan, begitu juga merangkak semua dilakukan di umur 6 bulan. Di usia 9 bulan mulai deh gejala males makan, makanan disembur-sembur dan ternyata gigi atas mau tumbuh 1. Mulai bisa berdiri tegak tanpa pegangan umur 10 bulan, umur 11 bulan gigi atas tumbuh bersamaan 3 buah, jadi total sudah ada 6 buah gigi (2 di bawah, 4 di atas), sudah bisa melangkah di umur 11 bulan tapi masih takut-takut kalo dilepas sendirian. Ngoceh-ngoceh itu malah dari umur 8 bulan, makin kesini makin banyak kosakata ocehannya hehehe

Dan tanggal 3 kemarin cah lanangku genap berusia satu tahun horeee!! Dikarenakan dari awal memang aku dan suami tidak berniat untuk membuat pesta, jadi aku merancang acara sederhana, ngumpul sama keluarga dan temen dekat di sore hari. Untuk lainnya aku dan suami sepakat juga untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan. Rencananya aku akan membeli sembako dan goodie bag untuk anak-anak tersebut. Mulailah aku mengatur acara tersebut. Untuk lokasi jelas dirumah saja. Dekorasi, goodie bag sampe menu makanan, aku handle sendiri di sela-sela sibuk mengurus mas Langit

H-21 : mesen online kaos untuk aktornya alias mas Langit, bertema angka 1 dan ada logo jangkar kapal. Oh iya aku sengaja bikin tema anchor, karena Ayahnya kan kerja di kapal dan bisa juga maksudnya adalah karena mas Langit telah menjangkarkan hati kami semua padanya eeaaaaa… Sempet ada insiden kesalahan hasil kaosnya. Sedih banget, tapi mau gimana lagi. Untung vendornya mau balikin sebagian uang yang udah aku transfer

H-14 : pesen balon huruf dan flag bunting secara online di IG. Alhamdulillah pesenan yang datang sesuai keinginan. Mulai cari-cari vendor cake di Facebook dan atur rencana kira-kira menu apa yang mau disajikan kepada tamu nantinya. Belanja isi goodie bag di grosiran deket rumah

H-7 : udah dapet vendor cake, jelasin ide desain dan berharap hasilnya sesuai dengan yang aku mau. Dapet vendor untuk makanan cemilan dan masih belum dapet ide makanan lainnya. Goodie bag semua udah terisi Alhamdulillah

H-1 : vendor cake dan cemilan sudah oke. Belanja sembako untuk diserahkan ke panti asuhan juga sudah (pesen dulu, baru ambilnya nanti). Sudah buat makanan tambahan dan minuman. Sudah dekor ruang tamu juga

Hari H pun tiba. Pagi hari aku menyempatkan untuk membuat Pumpkin Cake untuk sesi smashing the cake hehehe. Dikarenakan aku nggak bisa bikin buttercream dan cari cara lain yaitu pake creamcheese frosting pun gagal (nyari-nyari yang instan nggak ada), akhirnya cakenya hanya polos saja. Tapi mas Langit tetep antusias makannya

image

image

Dan ini cake, dekorasi sederhana dan goodie bag. Selain aku bagikan ke panti asuhan, aku juga bagi-bagi ke tetangga sekitar rumah plus potongan cake ultahnya juga

image

Isi goodie bagnya: susu cair Frisian Flag rasa cokelat, Tango wafer, Good Time cookies, Biskuat bolu, Gery malkist salut, Go Potato biskuit kentang dan Yupi permen jelly. Untuk cakenya itu enak banget, nggak manis sesuai request aku dan kuenya lembut. Alhamdulillah sukses seperti yang aku mau

image

Nah ini menu yang aku sajikan di acara kemarin. Karena acara di jam nanggung, sekitar mau jam 5 sore jadi sengaja aku sajikan snack. Beruntung juga karena ibu-ibunya makan gini doang udah pada kenyang katanya hehehe. Awalnya aku mau nambahin mie goreng, tapi nggak sempet belanjanya. Mau bikin risoles, kebayang ribetnya. Jadi liat resep Cheese Bitterballen di bungkus keju cheddar, langsung deh dicobain. Percobaan pertama sukses! Semua bilang enak. Alhamdulillah. Trus aku bikin es nata de coco, jadi sari kelapa dicampur selasih trus dikasih sirup cocopandan. Simpel banget tapi semua suka. Lainnya aku pesen dimsum dari jualan online di Facebook. Sebelumnya aku udah pernah mesen jadi udah tau rasanya. Dan Alhamdulillah lagi semua tamu suka. Rasa capek bulet-buletin si bitterballen pun hilang hahaha

image

Nah ini tamunya. Dikit yaaa. Ah segini aja udah repot dan rumah sempit. Maklum lah namanya tinggal di perumahan sederhana. Yang penting semua hepi dan kenyang!! Berikutnya, our birthday boy…

image

Topi biru angka 1 itu bikinan mendadak Emaknya alias aku sendiri. Jadi ceritanya mikir koq nggak ada atribut apa gitu selain kaos angka 1-nya. Akhirnya bikin deh topi abal-abal dari kertas sisaan untuk alas meja cemilan hahaha. Trus kaosnya kegedean, padahal udah mesen ukuran 1 tahun tapi ya itu tadi ada insiden pas pesenan kaos ini dateng. Sebenernya di deket angka 1 ini ada logo jangkar juga cuma nggak kelihatan. Ini gambar lebih jelasnya..

image

Nah keesokan harinya alias tadi siang, aku dan mas Langit ditemenin Mamaku, selesai berkunjung ke panti asuhan untuk mengantar sembako dan goodie bag. Bukan bermaksud pamer yaaa, tapi hanya bercerita tentang acara ultah si kecil. In shaa Allah ada rejeki lagi, pengen bisa ngasih yang lebih baik lagi

Terimakasih buat yang udah ngasih kado, ngucapin doa yang baik untuk mas Langit. Doakan supaya mas Langit selalu sehat, makin pinter dan makin baik akhlaknya. Dan doakan juga kedua ortunya yaa hehehe supaya si Ayah dilancarkan rezekinya dan si Bunda diberi kesehatan selalu agar lancar mengurus mas Langit. Amiinnn…

2 thoughts on “Langit 1 Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s