Untuk Anak

Lama nggak update, sekalinya update berat banget topiknya haha

Nggak terasa tinggal sekian hari menuju 11 bulannya mas Langit. Bener, serius, punya anak tuh nggak terasa tau-tau udah gede, bentar lagi bisa jalan, lari, nendang bola, sekolah, pacaran bla..bla.. Duh panjang banget ya mikirnya. Untuk saat ini sih aku masih sangat menikmati saat-saat berdua dengan mas Langit. Kata orang-orang nih apalagi anak cowok, umur 3 tahun aja udah nggak mau dipeluk apalagi dicium ibunya. Masa seehh?? Daku jadi waswas. Semoga anak lanangku nggak begitu ya, pengennya jadi tempat untuk bermanja-manjanya anak sampe kapanpun

Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Begitupun aku dan suami. Mungkin aku malah termasuk kategori ibu ambisius. Aku pengen begini begitu untuk anak. Nyatanya malah nggak boleh yaa begitu. Giliran punya anak langsung mikir pengen kasih apa yang dimau anak. Tetep mengarahkan ke jalur yang positif. Contohnya ya tentang hobi nantinya. Aku pengen banget mas Langit bisa main alat musik gitar dan jago bola basket. Hahaha simpel sih, duluuu nih kalo ngeliat cowok bisa main gitar sama jago basket itu keren banget! Keliatan cakep hihihi. Jadi udah terbayang-bayang kalo entar punya anak cowok bakal pengen begitu. Nah ini nggak papa yaa, positif kan keinginanku, nggak bersifat nuntut anak kan :laugh:

Trus tadi tentang hobi, sekarang tentang pendidikannya. Sebelum ini aku mikir, “Udah ah sekolah deket-deket rumah, yang sewajarnya aja deh”.
Nah kalo masih playgroup, mungkin yang dilihat adalah di sekolahnya ngapain apakah dilatih sensorik motoriknya, diajarin bersosialisasi sama temen-temen sebayanya, lebih bagus lagi diajarin agama sebagai pondasi. Tapi makin lama pasti kita pengen yang terbaik, apalagi ya anak jaman sekarang makin memprihatinkan. Tontonannya sinetron yang menebar khayalan, idolanya artis-artis yang sejujurnya nggak bisa dijadikan panutan, lagu-lagu yang nggak sesuai umur. Aku jadi khawatir masa muda mas Langit

Dulu aku pernah punya keinginan untuk mondok di salah satu pesantren modern terkenal di Jawa Timur. Yaa walaupun nggak kesampaian untuk mondok, aku tetep memendam asa itu. Aku pengen tularkan ke mas Langit. Sempet aku utarakan ke suami, ditolak sih alasannya kasihan kalo mesti jauh sama keluarga. Alasan sementara dariku sih anak cowok nggak masalah. Tapi bukan itu sih alasan utamanya. Mas Langit itu kan nantinya jadi kepala rumah tangga, pemimpin dan pencari nafkah. Aku pengennya sejak dini aku persiapkan mas Langit jadi laki-laki yang tangguh, kuat menghadapi cobaan dan pastinya berlandaskan agama. Udah ada beberapa Islamic Boarding School yang aku lirik dan dijadikan pilihan. Memang nggak murah karena selain sekolah juga ada asramanya. Pengennya aku mulai mengasramakan mas Langit sejak masuk SMP, dimana itu usia puber-pubernya cowok (yaa walopun SD sekarang juga udah ada yang puber), usia pengen berontak dari keluarga, nggak pengen diatur, nah aku coba untuk kasih wadah keinginan itu semua di tempat yang sesuai. Di asrama itu nantinya dia ditempa dengan bangun pagi, shalat berjamaah, hafalan Quran dan pastinya belajar. Dia juga dididik untuk mandiri mengurusi segala keperluannya

Untuk saat ini sih masih belum ada titik temu antara aku dan suami. Semoga ke depannya akhirnya suami mengizinkan niat ini. Dan semoga mas Langit juga nggak keberatan dengan ide Bundanya ya, karena kita nggak tau ke depan keinginan anak gimana. Yang pasti sih menjelang usia satu tahunnya mas Langit, aku merasa sedikit “tertampar” karena belum mempersiapkan dana pendidikannya…ups harus disegerakan yaa biar nanti nggak kelabakan saat masuk sekolah🙂

2 thoughts on “Untuk Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s