Puasa Saat Hamil

Sebelumnya mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan. Semoga lancar sampai takbir Idul Fitri berkumandang…

Puasa tahun ini sangat spesial. Selain suami sudah cuti dari awal bulan, Ramadhan kali ini kami sudah menempati rumah baru plus kehamilanku yang sudah berjalan hampir 7 minggu. Sangat sedih tahun ini karena nggak bisa jalani ibadah puasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejujurnya aku sangat menikmati saat-saat aku belum tahu kalau hamil. Karena saat itu, nafsu makanku sangat besar. Makan nasi aja bisa 3 kali sehari, belum lagi cemilannya. Tapi, begitu tahu kalau ternyata positif hamil, entah kenapa badan jadi lemas, gampang mual dan muntah. Liat makanan itu seperti liat hantu. Ngibrit, lari sejauh-jauhnya. Padahal kan baby N butuh asupan nutrisi yang cukup

Karena itu, aku memutuskan untuk libur puasa dulu tahun ini. Lillahi Ta’ala. Allah tahu apa yang aku rasakan. Nggak puasa aja badan lemes dan berkunang-kunang terus, apalagi puasa. Insya Allah kalau baby N sudah lahir, mau bayar utang puasanya atau bayar fidyah saja

Dan makin kesini, aku makin tahu pola makan baik makanan yang sebenarnya atau vitamin. Pagi biar nggak mual, aku sudah minum sesendok makan sari kurma, pisang sebiji trus air putih segelas. Abis itu sarapan, kadang roti isi keju pake telur, kadang nasi + lauk. Trus lanjut minum susu UHT (belum nyoba susu hamil), setelah itu minum vitamin Glisodin (sesuai resep dokter). Siangnya makan nasi + lauk, minum vitamin asam folat Folavit. Malem makan nasi + lauk trus vitaminnya Utrogestan (sesuai resep dokter). Cemilan sih paling cuma mangga atau pisang trus susu UHT yang berkali-kali bisa aku minum. Kalau mual lagi datang, langsung deh aku cekokin pakai Yakult. Lumayan rasa asemnya itu membantu ilangin rasa nggak enak di mulut dan perut

Kondisi tiap perempuan beda-beda lho. Jadi kalau memang merasa kuat untuk berpuasa ya nggak ada salahnya, itung-itung ngajarin dedek bayi dalem perut untuk ikut beribadah. Kalau aku sendiri, memang masih merasa mual dan pusing, daripada terjadi apa-apa lebih baik libur puasa dulu. Oh ya, dalam sehari itu makan nasi 3 kali bukan dalam porsi gede yaaa, tapi cuma 5-6 sendok aja. Itupun bersyukur banget kalau nggak sampai keluar lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s