Review: Fast And Furious 6

Akhirnya film yang ditunggu-tunggu, tayang juga. Sempet kaget waktu dikabarin temen, film ini udah tayang di bioskop. Kan harusnya tanggal 24 Mei, rupanya di Indonesia tayang lebih awal, tanggal 22 Mei. Dan tetep nggak bisa nonton di hari pertama, karena ruameee bener. Seluruh studio full. Heran cepet banget deh infonya beredar. Ya udah, ngalah aja. Nunggu waktu yang pas. Besoknya (Jumat), masih belom bisa nonton karena cek ke dokter kandungan. Akhirnya ya baru bisa hari Senin kemaren. Nyari jam yang pas juga sih, karena suami pulang udah setengah 7, pilih nonton di jam 20.00 aja, walopun konsekuensi entar pulang ke rumahnya bakal malem banget. Demi Fast and Furious 6 deeehhh

Awal beli tiket sih masih kosong tempat duduknya, jadi bisa milih dengan enaknya. Eh begitu sore, mulai deh ngantri. Bener aja, pas masuk studio, full sampe ke depan. Ckckckck. Sebelum nonton, siapin perbekalan dulu yaitu cemilan dan air minum, yang paling penting adalah jangan lupa untuk pipis dulu, kan nggak asyik tengah-tengah film mesti ke toilet

Film dibuka (seperti biasa) dengan bunyi deru mobil yang dikemudikan oleh Dominic Torreto (Vin Diesel) dan Brian O’Connor (Paul Walker) di sebuah jalan sempit dan berkelok-kelok. Salah strategi dikit, itu mobil pasti ngejungkel deh ke bawah alias lautan luas. Mereka berpacu waktu karena Mia Torreto (istrinya Brian, adiknya Dom) akan segera melahirkan. Sementara itu, Luke Hobbs (Dwayne Johnson), polisi yang pernah berurusan dengan Dom di Rio de Janeiro (Fast 5), sedang dihadapkan pada satu kasus kriminal yang menyerang iring-iringan konvoi militer. Dia yakin sekali, kalau yang menyerang adalah satu kelompok yang memang hanya mereka yang bisa melakukan itu. Dan kelompok itu sangat sulit sekali untuk dilumpuhkan. Hobbs menemukan tempat persembunyian Dom dan Elena (pacarnya, dulu di Fast 5 adalah rekan kerja Hobbs di kepolisian), dia meminta bantuan Dom untuk membantu menyelesaikan kasus kriminal ini. Dom tidak tertarik. Tapi Hobbs mengeluarkan sebuah amplop yang berisi gambar seorang perempuan yang pernah dekat dengan Dom (tapi sudah mati di Fast and Furious ke 4), Leticia “Letty” Ortiz. Dom nggak percaya, tapi Hobbs meyakinkan kalo itu foto diambil seminggu yang lalu. Akhirnya Dom bersedia membantu Hobbs dengan syarat, dia ingin dia dan seluruh timnya diberikan pengampunan dan dibebaskan dari segala tuntutan hukum atas kesalahan mereka di masa lalu. Dom maunya nyelesaiin kasus ini sendirian, tapi Hobbs butuh Dom dan timnya

Muncul deh anggota geng Dom yaitu Roman, Tej, Han dan Gisele. Mereka sebelumnya tersebar dimana-mana setelah masing-masing mendapat USD 1 jeti. Kebayang nggak sih itu duit seberapa banyaknya. Huwahahahaha. Roman punya pesawat sendiri, Tej kerjaannya bagi-bagi duit, sementara Han dan Gisele menikmati kesederhanaan dengan “cukup” memilih Tokyo sebagai tempat tinggal (sementara) mereka berdua. Gimana nggak hidup tenang ya, kalo kita tau kita punya tabungan yang amat sangat lebih dari cukup di rekening kita, ya kan?! Untuk selanjutnya, seperti biasa, monggo ditonton sendiri. Oh ya, yang bikin bangga, ada cast dari Indonesia lho. Namanya Joe Taslim. Dia berperan sebagai Jah, kaki tangan Owen Shaw (penjahat di edisi Fast 6 kali ini). Jangan bayangin dia itu cuma sekedar pelengkap aja, scene dia lumayan banyak lhooo. Dan dia juga beberapa kali mengucapkan dialog (dalam bahasa inggris tentunya). Kereeenn banget. Nama dia aja munculnya bukan yang di akhir, jadi jelas kan kalo kita patut bangga. Hahaha lebay nggak sih. Abis gimana ya, aku aja tau nama Joe Taslim ini ya dari film ini doang. Dia jarang muncul di infotainment dan nggak pernah gembar gembor gitu, tapi sekalinya muncul langsung di film yang mantap banget. Penonton di studio aja heboh begitu ngeliat nama dia muncul, trus pas ada adegan yang ada dianya, hampir kompak rata-rata pada nunjuk-nunjuk sambil bilang, “Itu dia!!”. Hahahaha norak banget deehh. Kabarnya dia ada memakai bahasa Indonesia di salah satu adegan, tapi aku amatin dari sejak dia ngomong, nggak ada tuh. Kurang teliti kali ya, next kalo DVD-nya udah keluar, bakal dipelototin lagi dah

Lumayan banyak adegan kocak di film ini. Duh Roman jangan ditanya deh. Dia selalu keluarin joke-joke yang bikin seisi studio geerrrrr. Yang paling mantap adalah adegan Tej (lupa, dia ada dimana, pokoknya macem di pulau tempat berlibur gitu), dia abis dari ATM trus ditegur sama ada sekelompok orang yang lagi duduk-duduk, mereka bilang Tej udah berubah, nggak pernah bagi-bagi uang lagi. Tej jawab, “Iya emang aku udah berubah, karena aku berpikir kalo uang lama kelamaan pasti bakal habis”. Nah ini bagian mantepnya, sambil jalan ke arah mobilnya, dia ngomong, “It (money) doesn’t grow on trees…”, dia pencet salah satu tombol yang terhubung langsung di mesin ATM, meledak dan menghamburkan uang buanyaaakkk banget, “…..It (money) rains from the sky”, lanjutnya lagi. Semua orang disitu langsung pada heboh ngambilin duit-duit itu. Seandainya pas kemaren-kemaren ke ATM, aku ketemu sama si Tej ini, kan mantep banget yak😆

Bagian paling nggak enak adalah kebelet pipis. Jadi karena ada jadwal malem minum Clovertil yang udah diresepin dokter tempo hari, mau nggak mau tengah-tengah nonton ya sambil minum obat. Yang ada, perut makin gembung isinya air. Haduuuhh, mana aku paling nggak suka kalo lagi nonton itu disela sama mesti ke toilet buat pipis. Kan nggak bisa di-pause itu film. Heboh deh nahan-nahan pipis, udah bawa Pringles sama M&M pun nggak dimakan, saking perut udah nggak nyaman. Udah jam setengah 10 kalo nggak salah, aku iseng googling durasi film ini, rupanya 130 menit!! Masih butuh 40 menit lagi buat nahan kencingnya. Udah gitu 40 menit itu isinya adegan berantem, yang maen pukul-pukul perut gitu. Alamaaakkk, rasanya seperti perutku yang ditonjok, jadi makin kebelet pipis. Hahahaha

Satu kata buat film ini, cool! Tapi jangan dibikin seri yang terlalu panjang dong, jadi macem sinetron deh pake season-season sekian segala. Dibikin penasaran aja penontonnya😀

Dan satu kata buat Dom, duh kamu itu ternyata penganut aliran habis manis sepah dibuang yaaaa. Jadi nggak respect lagi deh sama Dom, sebagai wanita, rasanya koq nyesek ya adegan terakhir itu😦

2 thoughts on “Review: Fast And Furious 6

  1. hahaha iya gile ya fast and furious udah sampe 6 seri aja…🙂
    katanya sih ntar bakal yang terakhir yang ke-7. jadi masih ada 1 lagi.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s