Review : Iron Man 3

Sejujurnya aku nggak begitu kepengen nonton film ini walopun banyak yang ngereview dan bilangnya bagus. Aku kurang suka film yang ada pahlawannya gitu kecuali Spiderman (edisi mas Tobey aja). Semacam Batman dan Superman aja nggak suka. Cuuuuumaaaa karena ini request “bos besar” a.k.a suami tercinta yang emang pengen banget nonton film ini, mau tak mau ya diturutin kan, kasian juga kalo doi mesti nonton sendiri. FYI, aku nggak pernah nonton Iron Man seri sebelumnya (1 dan 2), jadi review di bawah ini hanya berdasarkan apa yang ditonton tadi malem aja yang memang kurang begitu paham sama alur ceritanya yang mungkin “nyambung” dari sekuelnya

Awal film dimulai oleh sebuah “suara” ( si Iron Man-nya yang ngomong kali yee) yang mengingat kembali kejadian di tahun 1999 saat Tahun Baru. Tony Stark a.k.a Iron Man bersama dengan perempuan namanya Maya Hansen (ahli apaaaa gitu, lupa :p) bertemu dengan seseorang dari perusahaan AIM bernama Aldrich Killian yang menawarkan kerjasama dengan mereka. Si Aldrich ini kasih kartu nama tapi semacam disepelekan gitu sama Tony bahkan Maya. Tony cuma bilang entar dia mau nemuin Aldrich di atas atap 5 menit lagi. Yang ada malah Tony nggak pernah nemuin Aldrich samsek

Lalu gambar berganti dengan beberapa kejadian yang dipelopori oleh seseorang bernama Mandarin yang ingin menghancurkan Amerika secara perlahan. Semua orang bahkan Presiden Amerika pun sangat waswas dengan adanya si Mandarin ini. Wong pimpinan perusahaan minyak Roxxon aja ditembak kepalanya secara live, ditonton jutaan pasang mata warga Amerika termasuk Presiden *serem*. Sementara itu muncul Aldrich Killian di kantor Pepper Potts, pacarnya Tony dan membuat Happy (kepala security sekaligus semacam bodyguard gitu) curigaaaa banget sama Aldrich plus bodyguardnya, Savin. Serius, mukanya si Savin ini sadis bener, eneg ngeliatnya hahaha. Happy melaporkan hal itu kepada Tony, tapi lagi-lagi Tony menganggap biasa saja. Sampe akhirnya si Happy ini buntutin Savin yang sedang bertransaksi sama seseorang. Happy yang berusaha mencari tahu ada rencana apa malah diserang Savin yang badannya berapi trus orang yang bertransaksi tadi dengan Savin malah terlihat kesakitan lalu mengeluarkan api dari badannya dan meledak. Ledakannya yang keras membuat Happy yang cuma berjarak beberapa meter ikut jadi korban. Beruntung walopun dengan luka parah di sekujur tubuhnya, Happy masih bisa diselamatkan (koma). Sementara Savin yang badannya panas membara seperti api, malah baik-baik saja nggak luka samsek

Selesai dari menjenguk Happy, Tony keluar rumah sakit dan dikerubungi wartawan menanyakan siapa dan apa motif peledakan yang disinyalir (halah..!) sebagai bom bunuh diri. Tony menjawab salah satu pertanyaan wartawan yang dia curigai sebagai Aldrich yang menyamar, dengan menantang pengebom untuk datang ke rumahnya. Eehh gobloknya si Tony, dikasih lengkap pula alamat rumahnya yang berujung penyerangan secara besar-besaran di rumah dia dan terakhir Tony yang sudah berganti kostum menjadi Iron Man terkena ledakan keras hingga terjatuh ke dalam laut dan dianggap sudah mati. Selanjutnya, silahkan ditonton sendiri. Hehehehe

Overall, bagus juga adegan actionnya dan aku memang tidak menyarankan untuk menonton 3D-nya karena baca review orang banyak yang bilang nggak bagus, so mending nonton yang biasa aja. Yang paling bikin ngilu dari semua adegan di film ini adalah pas Air Force One diserang dan beberapa awak pesawat pada berhamburan keluar. Hiyaaaaakkk kaki sampe geli-geli gitu, serem amat tiba-tiba terhempas dari pesawat yang lagi mengudarašŸ˜¦

2 thoughts on “Review : Iron Man 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s