Nggak Ada Yang Sempurna

Acara pernikahan melibatkan, selain pengantin, juga orang-orang yang turut andil membantu persiapan proses acara dari awal sampai akhir. Begitu juga untuk acara nikahanku, walaupun sederhana, tapi ternyata ribet juga ngurus ini itu. Setelah aku posting tentang apa yang membahagiakan di hari pernikahan kami, ini aku tulis juga hal yang bikin kocak, kesel dan kecewa. Cekidot!  

KESEL…

– Sama Pak RW yang janjinya mau bantu proses pengurusan surat-surat KUA, malah mengingkari sendiri apa yang dia ucapkan. Pada akhirnya (terpaksa) aku dan suami ngurus sendiri langsung ke KUA dibantu sama bapak angkat kami, seorang ustadz di masjid tempat kami akad nikah

– Sama orang KUA yang mendadak minta tambahan pasfoto ukuran 2×3 masing-masing 2 lembar. Alasannya untuk ditempel di buku nikah, perasaan aku udah kasih ukuran 2×3 dan 3×4 masing-masing 5 lembar looo. Kenapa nggak diminta lagi pas waktu kami penataran pranikah di KUA hari Kamisnya? Kenapa mesti nelpon itu mepet, jam setengah 5 sore di hari Jumat, yang mana besoknya adalah hari H?? Bikin aku kalang kabut dan buru-buru nyuruh ojek langganan buat nganter itu foto kesana. Karena cadangan foto 2×3 udah nggak ada, akhirnya aku kasih aja yang ukuran 3×4, sono dah potong sendiri. Hahahahaha

– Sama vendor hiburan, especially penyanyi dan pemain keyboardnya. Sumpah, itu sepanjang acara seingetku cuma nyanyi satu kali doang. Lainnya?? Mamaku, suamiku dan anggota keluarga lain yang nyumbang suara. WTH?! Dibayar tapi nggak mau nyanyi. Jadi untuk apa aku ngasih list lagu ke manager vendor tapi pada akhirnya nggak ada satupun lagu yang dia nyanyikan. Kami nggak mau perkarakan hal ini karena jujur udah muak liat si muka penyanyi itu, apalagi sama manager-nya  

KECEWA…

– Sama MC yang notabene adalah temen deket suami dan aku juga cukup kenal dia, tapi dia sama sekali nggak ada respect sama kami. Selesai acara, langsung nagih duitnya sama temenku yang jadi petugas acara tanpa say something ke kami (pengantin), boro-boro ngasih ucapan selamat, ngeliat muka kami aja kagak. Langsung ngacir gitu. Beeeehhh

– Sama MC (lagi), karena dia yang rekomendasikan vendor hiburan yang mengecewakan. Kenapa pula kami harus percaya sama omongan dia? Padahal awalnya kami nggak mau pakai hiburan ala begitu. Jujur kami nggak suka acara nikahan pakai keyboard, mending akustikan. Tapi lagi-lagi karena kita trusted sama dia, kita pake vendor yang dia usulkan. Dan ternyata……amburadul dot com. FYI, dia ini MC lho di salah satu resort terkenal di Batam, makanya kami percayakan dia untuk jadi MC di acara penting kami. Oh ya, dia nggak punya improvisasi dalam mengucapkan kata-kata, masa’ sekian lembar susunan acara yang aku buat untuk sekedar contoh, dibaca full sama dia tanpa ada improvisasi samsek. Aku yang duduk di pelaminan, masih hafal betul sama apa yang dia ucapin, yaiyalah wong aku yang nyusun kata-katanya sendiri

– Nggak tau mesti sama siapa. Kecewa kecil sih, karena itu paket seserahan dari suami nggak ikut dimasukkin ke dalem masjid. Jadi cuma digeletakkin aja di luar. Duh untung aja ada temenku yang jagain. Yang ngingetin itu adikku, bilang koq itu kotak-kotak seserahan ada di luar pula. Huffff  

KOCAK…

– Sama ibu perias pengantin. Sebenernya nggak boleh ngetawain orang tua yaaa, tapi emang si ibu perias ini super aktif deh. Masa’ masang background pelaminan mesti dia juga sih yang turun tangan. Padahal kan dia punya banyak asisten. Saking perfeksionisnya, sampe dia sendiri lo yang masang trus akhirnya jatuh dari kursi. Lumayan itu tingginya. Besoknya dia ngerias aku sambil aduh-aduh gitu. Punggungnya sakiitttt. Hadeehhh si ibu

– Sama suami yang ternyata pas setengah jalan acara syukuran, di jidatnya nempel tisu. Kecil sih, tapi rupanya masuk di hasil foto. Hahahaha, aku baru nyadarnya pas dia ngajak ngobrol, eh ada tisu nempel. Buru-buru deh “diangkut” itu tisu

– Sama diri sendiri yang hiasan cundhuk menthulnya nyangkut di dekorasi bunga pintu masuk daaaannn…masuk ke rekaman video! Mungkin karena terlalu tinggi ya, baik badan dan hiasan kepalaku, akhirnya pas sesi pengantin masuk, lha koq terhenti sejenak. Rupanya nyangkut. Walaaahh untung ada Mamaku yang ada di barisan belakang, langsung buru-buru benerin. Tapi teteup udah telanjur masuk ke video nikahan. Nggak papa deh, itung-itung kenangan  

2 thoughts on “Nggak Ada Yang Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s