Review : Breaking Dawn Part 2

Huwaaaa!! Nggak terasa setahun berlalu dari Breaking Dawn bagian pertamanya, bagian kedua akhirnya tayang juga. Bener-bener nggak sabar ngeliat lanjutannya setelah si Bella berubah menjadi vampire. Akhir cerita part 1, cuma diliatin mata Bella yang tiba-tiba terbuka dan berwarna merah

Rencana nonton awalnya hari Minggu. Cuma karena berbagai hal dan pertimbangan (lebay…), akhirnya diputuskanlah nonton hari Sabtu kemarin. Mendadak whatsapp temenku tentang rencana ganti jadwal nonton ini. Untung dia bisa. Kalo nggak, ya masa’ nonton sendirian. Nggak seru

Antrian di loket tiketnya jangan ditanya. Tiga loket dibuka. Aku nyampe bioskop jam 1 lewat, tapi ngeliat di layar komputer loket tiket, kursi udah banyak terisi. Tadinya pengen nonton yang jam 14.30, widihhh tinggal deretan depan. Trus jam 15.00 (ada dua studio yang nayangin), Alhamdulillah dapet di deretan E, pinggir deket tangga. Harga tiketnya per orang 30ribu. Trus temen beli popcorn. Awalnya aku nggak ngeh, dia nunjuk-nunjuk popcornnya, aku pikir maksud dia kalo popcornnya dikit banget, lagian kan emang dia beli yang small. Ternyata oh ternyataaaa….

-bungkus popcornnya nongol si edward, bella, jacob-

Nah, aku beli juga dong. Lumayan bekas kotaknya bisa untuk tempat aksesoris. Hihihihi

Masuk studio, excited banget. Sedikit sinopsis tanpa detil banget, film ini menceritakan kelanjutan kehidupan Bella setelah jadi vampire, dimana dia itu lebih kuat dari Edward, larinya cepet, makannya darah binatang dan nggak tidur. Bella juga menghadapi kenyataan bahwa anaknya Reneesme itu setengah manusia, setengah vampire. Pertumbuhannya sangat cepat dan membuat Volturi jadi murka, berniat menghilangkan Reneesme yang dikira Anak Abadi

Seperti sinopsis yang udah aku baca di blognya mas Arman disini, akhir ceritanya bener-bener unexpectedly. Satu bioskop bisa ngakak semua. Parah. Aku pun jadi ikutan ngakak. Nggak, bukan adegan humor. Tapi, gimana ya, kitanya udah serius-serius, haduuhhh. Apalagi yang bisa kita lakuin selain ketawa. Ketawa kecut maksudnya. Hahahaha. Daaaaan buat penakut sama darah seperti akika, adegan bunuh-bunuhan antar vampire-nya nggak nyeremin. Karna kan nggak punya darah, so nggak bakal ada darah muncrat-muncrat gitu. Pokoknya aku masih mau lah melototin mata sembari liat adegan bunuh-bunuhnya ketimbang liat adegan si zombie jalan di The Walking Dead. Kyaaaa!!! Trus waktu si Bella bisa ngancurin batu-batu dengan gampangnya, kebayang pengen nge-rekrut dia untuk renovasi rumah deh hahahaha

Pokoknya harus nonton. Apalagi yang udah ngikutin dari awal The Twilight Saga. Pasti penasaran kan sama endingnya. Denger lagu “A Thousand Years”-nya Christina Perri waktu flasback pertemuan Bella dan Edward, merindingggg. Sangat sangat romantis

NB: baru ngeh kalo tanggal tayangnya Breaking Dawn part 2 (16.11.12) sama persis dengan tanggal jadian aku dan suami waktu mulai pacaran 5 tahun yang lalu. Saatnya bilang “wow”!!😆

3 thoughts on “Review : Breaking Dawn Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s