Kuliner : Chai Kwe, Batam

Sejujurnya chai kwe atau choy pan ini berasal dari Kota Pontianak (lihat disini). Chai kwe adalah (semacam) pastel yang berisi bengkuang, daun kucai, talas atau kacang. Ada yang dikukus, ada juga yang digoreng. Biasanya dijadikan sarapan di pagi hari ataupun cemilan sore hari sambil minum teh anget. Mantap deh

Dikarenakan lokasi asalnya yang jauh banget (Pontianak booo’), nyarinya ya otomatis di sekitar Batam saja. Walopun pastinya yang paling maknyos ya di Pontianak-nya langsung. Doakeun biar bisa mampir kesana kapan-kapan buat (khusus) borong chai kwe

Pertama kali ngerasain chai kwe ini pas Mamaku sering belanja ke pasar dan sebelum pulang pasti beli jajanan pasar untuk sarapan.  Beli roti bolang baling, kue lapis ketan dan hungkwe, risoles, epok-epok sampe si chai kwe ini. Nyobain, enyaaakk banget. Sampe ketagihan. Sedihnya yang mbikin chai kwe ini cuma bikin barang sebungkus atau dua bungkus, maksimal tiga bungkus lah di tiap pasar. Sejauh ini cuma dapet di pasar Tiban Centre dan Pasar Cipta Puri.  Lokasi pasar ini berdekatan koq, palingan 5 menitan kalo pake motor. Untuk harganya IDR 10.000/3 buah dalam sebungkus. Eh tapi sekarang isinya berkurang satu, jadi tinggal dua aja deh😦

Chai kwe yang dijual di dua nama pasar di atas, menurut aku yang paling enak. Paduan antara kenyal (tapi nggak kenyal banget) trus lembut. Isiannya juga enak, tumisan bengkuang dan (sepertinya) ebi. Aroma bawang putihnya juga kuat banget. Aku sukaaaa. Sambel cocolannya juga yang ulekan bukan saos sambal instan gitu. Chai kwenya gemuk-gemuk

Pernah nyobain di pasar kaget yang ada di depan BCS Mal (mungkin sekarang bisa nyarinya di Pasar Penuin yaaa). Nemu dua jenis chai kwe, yang bentuk bulet kayak kue talam dan bentuk pastel. Yang seperti kue talam itu nggak ada isiannya. Di atasnya ditaburin bawang putih goreng. Rasanya : nothing special. Nggak terlalu minat, karena berasa kayak makan bubur sum-sum😆 Harganya IDR 5.000/isi 2 buah

Dan yang bentuk pastel, isiannya ada yang sayur (plis deh isinya kucai doang rupanya), isi kentang dan isi ubi. Teksturnya kenyal banget. Nggak terlalu suka apalagi yang isi ubi, duh entahlah, hambar di mulut, nggak nyaman di perut. Harganya IDR 5.000/3 buah. So far, lebih ngefans sama yang di pasar itu


– chai kwe yang paling diidolakan –


– ini yang bentuk pastel –


– ini yang bentuknya bulet –

Oh ya, titik merah di bagian tengah chai kwe, nggak tau maksudnya apaan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s