Tentang Rumah Zakat

Nemu ini pas lagi “jalan-jalan” ke blog idola sepanjang masa *halah, The Pradonos. Ijin nge-link ya Mba Worooo. Saya fans beratnya mba nih *btw kita tetanggaan mba. Hihihihi😆 Jadi ceritanya aku tuh sukaaaaa banget blogwalking ke blog keluarga-keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, yang isinya keren-keren. Tulisannya kadang ada yang kocak dan ada yang kasih inspirasi. Kayak link yang di atas, aku nemuin post dari Mba Woro tentang Rumah Zakat, yang dikirimin surat dari anak asuh bliow disana. Sumpah aku sampe bergenang air mata, mengingat waktu pertama kali aku dan keluarga nyampe di Batam dan mau sekolah itu susaaaaahhh banget. Percaya deh, cari makan sepiring di Batam itu susah buat pendatang baru (yang halal loh yaaaa), apalagi mau sekolah😦

Buat kita yang bekerja *sekarang udah enggak lagi, yang namanya zakat profesi lah, zakat nisab dll yang aku kurang paham, pasti ada kelupaannya. Yang keinget cuman zakat fitrah aja setiap setaon sekali menjelang Lebaran. Itupun diingetin sama pengurus masjid kalo lagi ceramah pas tarawih. Padahal ada sebagian kecil (atau bahkan besar) dari rejeki kita adalah milik anak-anak yatim/piatu/dua-duanya dan orang-orang yang membutuhkan. Walopun di sekitar kita banyak (maaf) peminta-minta di jalanan yang dengan gampangnya kita bisa kasih ke mereka kapanpun, tapi koq kayaknya kurang afdol

Di Batam banyak tuh anak-anak kecil di lampu merah, yang cuman bertelanjang kaki, pake gitar kecil ataupun ember kecil trus minta-minta ke pengendara yang lagi nunggu di lampu merah. Kalo itu uangnya untuk dia sendiri sih nggak papa. Lah ini ada ketuanya yang umurnya di atas mereka, yang tinggal nerima aja duit dari si anak kecil tak berdosa ini (udah bukan rahasia umum lagi). Dan dengan mata kepala aku sendiri, suatu pagi pas mau berangkat kerja, ada gerombolan ibu-ibu gandeng anak-anak mereka masing-masing ke arah lampu merah. Pas udah nyampe arah lampu merah, dilepasin tuh anak-anaknya buat……minta-minta !😦 Dengan santainya para ibu itu melenggang menjauh dari anak-anaknya sambil ngobrol dan berjalan (kayaknya) kembali ke rumah. Ibunya sendiri yang menjadi “pendorong” aksi meminta-meminta si anak-anak di lampu merah. Miris banget

Anyway, makasih banget buat Mba Woro atas post-nya yang mengingatkan aku, terutama link Rumah Zakatnya juga. Aku yakin, seberapapun kita kirim ke anak-anak itu (asuhan Rumah Zakat maksudnya), insya Allah berdampak besar buat mereka. Insya Allah juga tidak akan berkurang rejeki kita. Amin…

kiss kiss,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s