Tragedi PLN

Bener-bener menguras tenaga, emosi dan tentu saja kantong yang mulai kemarau. Gara-gara ada yang mau ngontrak rumah, jadinya ya ketauan semua hal-hal yang belum diberesin dari si rumah yang udah lama kosong. Cicilan KPR-nya sih tetep dibayar terus setiap bulan. Air (di Batam nama perusahaannya ATB) juga selalu dibayar walopun cuma abonemen karena ya memang nggak ada yang pake. Cuma ada yang janggal aja, aku yang memang diserahin tugas jaga dan urus tu rumah selama Ayah di Rusia, ngerasa koq nggak pernah bayar PLN ya ?!

Sampe pada saatnya kami masangin lampu-lampu di setiap ruangan (ya, selama nggak ditempatin rumah itu ya dibiarin gelap aja), pas dites koq nggak mau nyala. Cek tegangan masih posisi on, pas cek keluar mau liat meteran, eh meterannya ILANG !!! Setelah diselidiki ke sana kemari plus ke kantor PLN yang deket di area perumahan tempat kami tinggal, meteran itu dicabut karena menunggak selama 5 bulan !!!! *melongo. Bodohnya diriku, kenapa nggak terpikir nanya sana sini dulu kalo abonemen listrik juga harus dibayar. Anehnya kalo ATB kami dikirimin surat yang ditaruh di bawah pintu rumah kosong itu, yang isinya kalo mesti membayar sekian bulan, kalo enggak ya dicabut meteran air, makanya sejak itu tiap bulan ya aku bayar. Nah, PLN ini koq enggak. Surat pemberitahuan pemutusan juga nggak ada. Selidik punya selidik, nama pelanggan listriknya masih pake nama developer, jadi mereka ya kirimnya ke alamat developer *doh

Gondoknya developer nggak ada hubungin salah satu dari kami, padahal mereka punya nomer hape aku, Ayah bahkan nomer Mamaku juga mereka punya. Sedih, emosi, jengkel dan nggak tau mau berbuat apa, campur jadi satu. Pendek kata, mau nggak mau ya mesti pemasangan ulang setelah membayar tunggakan. Total tunggakan hampir 700rb-an dan biaya pasang kembali 1.7 jeti. Oh My…!!! Mesti mengorek-ngorek kantong yang jadinya bener-bener kemaraušŸ˜¦ Belum lagi perbaiki septic tank yang menguras 1.2 jeti termasuk tukang. Huuufffff. Dan meteran listriknya dirubah dari yang meteran biasa (pascabayar) menjadi prabayar alias pake voucher-voucheran. Enaknya dari pake voucher gitu, Insya Allah kalo si pengontrak ada nakal-nakalnya ya kita sebagai pemilik nggak bakal rugi, karena mereka yang pake listrik, ya mereka yang keluarin duit tiap kali beli voucher

Alhamdulillahnya setelah melewati proses panjang dari mulai registrasi pemasangan ulang di tanggal 9 Mei kemaren sampe tanggal 3 Juni, pas kami mampir kerumah mau bebersih, itu meteran udah terpasang dengan cantiknya. Baik-baik ya, jangan bikin ulah lagi. Untung si pengontrak masuknya akhir bulan Juni, jadi ya sudah ada listrikšŸ™‚

2 thoughts on “Tragedi PLN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s