Penataran KUA

Kemaren tanggal 26 aku dan calon misua mengikuti undangan penataran capeng di KUA Kec. Sekupang, dimana lokasi akad kami besok berada di area kecamatan tersebut

Berangkat jam setengah 9 dari rumah, ditemenin sama Mamaku dan ustadz keluarga. Nyampe sana eh nunggu lama banget sampe hampir jam 10. Entah kenapa stafnya, koq ngetik data-data kami baru hari itu, padahal berkasnya udah kami kasih dari minggu kemarennya. Trus selesai berkasnya, kami diberi semacam penataran kilat dengan salah satu staf. Staf yang satu ini nyantai abesss. Duduk nggak pake sopan-sopanan, nggak pake alas kaki alias nyeker dan dengan santainya sambil ngerokok dan minum kopi susu. Wow bener-bener petugas yang tidak menunjukkan kalo dia sedang bekerja. Agak kurang nyaman lah ngeliatnya. Dia mastiin lagi nama yang mau ditulis di buku nikah, trus ada beberapa yang mesti ditandatangani. Ayah juga sempet belajar ijab kabul
Setelah itu kami disuruh menemui petugas yang akan memberikan penataran. Karena bapak kepala KUA sudah berangkat umroh, jadi yang mewakili adalah seorang ibu-ibu staf disana. Penataran dimulai dengan perkenalan diri, kapan mulai berpacaran dll. Sampe pada saat hape si ibu berbunyi, pas dia lagi ngajuin pertanyaan ke aku. Nah pas aku jawab, si ibu nggak nyimak samsek sambil tangannya ngutak ngatik hapenya (mungkin bales sms). Aku ngerasa dicuekin lah, gondok juga. Pas dia selesai urusan sama hapenya, dia nanya lagi, ”apa tadi kamu jawabny ?”. Oh my…!!! Kalo bukan karena ini penataran penting, aku ogah banget berurusan sama orang yang nggak menghargai obrolan dengan orang laen. Dan hal itu terus berlanjut, dari si ibu batuk-batuk lah trus ijin buat minum bentar, bales-balesin sms lagi, sampe puncaknya kami berdua dicuekin hampir 30 menit hanya karena dia nerima telpon dari klien yang mau bercerai dengan istrinya !!! #*0’&%”:;@ (untung nggak pake fb-an sama twitter-an segala)
Dan penataran selesai di jam setengah 12 siang, yang artinya kami di dalam ruangan itu selama 1.5 jam. Padahal kata pak ustadz, paling lama ya 30 menitan aja biasanya. Penataran itu diakhiri dengan kesepakatan bahwa nanti penghulunya dijemput di KUA serta pembayaran administrasi IDR 30000 plus embel-embel “uang jasa” penghulu yang sifatnya tidak memaksa. Okelah aku kasi beberapa lembar uang biru gambar pahlawan Ngurai Rai ke dalam amplop dan diserahkan ke si ibu maniak hape itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s