Drama KUA

Mau nyoba ngisi blog pake hape, kira-kira masuk apa nggak
KUA masih berlanjut dramanya. Setelah pak RW yang maju mundur mau nggak mau untuk bantuin surat-surat kami, ternyata masih belum selesai sampai di situ. Kami pergi ke ustadz yang mengurus acara akad nikah nanti di masjid. Jadi ditanyain apakah urusan surat udah kelar apa belum. Kami bilang udah diurus pak RW dan kami sudah serahkan uang (kebetulan beliau kenal dengan RW kami). Wah dia kaget, karena belum tentu itu surat udah masuk ke KUA buat didaftar, sementara tinggal dua minggu lagi

Akhirnya kami diajak ke kelurahan buat ketemu sama bapak yang diutus pak RW buat bantuin kami. Alhamdulillahnya surat-surat juga sudah berjalan, namun belum sampe ke KUA. Dan bersyukurnya lagi, ternyata pak RW benar-benar amanah, ngasih uang yang kita bayar untuk KUA ke bapak di kelurahan itu, utuh sesuai nominal awal. Jadi setelah surat-surat kita ambil lagi, dengan diantar pak ustadz yang sangat care dengan kami, langsung menuju KUA untuk mendaftarkan pernikahan. Sampai di sana, kepala KUA-nya lagi nggak di tempat. Jadi yang nerima kami staf di sana. Langsung dia catat tanggal pernikahan, jumlah mahar, wali aku dan tentu saja hafalan ijab kabul buat Ayah nanti. Dan ditetapkan tanggal 26 untuk ikut penataran *sujud syukur*
Amin ya Rabb, walopun penuh lika liku, tapi pada akhirnya berjalan sesuai harapan

PS : perjalanan ke kelurahan dan KUA, saya, Ayah dan pak ustadz naek mobil jenazah. Hehehehe, dikarenakan tidak ada yang punya roda 4 di antara kami, sementara lagi ujan lebat. Akhirnya minjem mobil jenazah milik masjid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s