Rias Pengantin

Buatku penting sekali. Karena pernikahan sekali seumur hidup, pastinya kita pengen make up yang sempurna pada hari bersejarah kita. Bahkan kalo yang koceknya tebal, rela-rela aja pake perias yang terkenal mumpuni dalam merias wajah dan menyanggul rambut si pengantin, khususnya wanita. Perias yang dicari juga bukan hanya pintar merias, tapi juga mencakup segala aspek yang membuat pengantin wanita semakin manglingi seperti puasa, doa-doa khusus maupun perawatan tubuh yang khusus pula. Kenapa sih mesti pengantin wanita yang disorot ? Ya iyalah, ibaratnya aktris dalam sebuah film, pasti kita duluan liat siapa pemeran wanita dan prianya. Pengantin wanita ibarat ujung tombak dari sebuah acara pernikahan selain catering tentunya

Rias pengantin ini buatku menempati posisi kedua setelah catering dan selanjutnya adalah dokumentasi. Ketiga aspek ini sangat vital. Catering, mesti yang bener-bener enak dengan citarasa yang sesuai dengan lidah kebanyakan orang. Apa artinya pesta mewah meriah tapi makanannya ‘anyep’, hambar dan tidak menarik. Kebayang kan muka-muka cemberut tamu yang dateng, belum lagi penyesalan seumur hidup. Rias pengantin, kalau bedaknya terlalu ‘dempul’ juga nggak bagus, kesannya kayak lagu Peterpan “Buka Dulu Topengmu”😆 Kalo terlalu natural juga keliatan biasa-biasa aja, nggak manglingi. Paling tidak disesuaikan dengan tema lah. Nggak ada salahnya koq pake make up natural di resepsi yang santai seperti garden party siang hari. Yang nggak kalah penting juga adalah dokumentasi. Apa jadinya dandan udah mantep, makanan mantep eh pas buka-buka album foto pernikahan, koq banyak wajah yang ‘kepotong’ atau pinggiran foto kebakar. Duh, nggak mungkin kan ngulang acara resepsi lagi. Capeknya itu lo dan tentu saja menguras biaya tambahan. Bukan berarti printilan yang laen-laen itu nggak penting, tapi buatku ketiga aspek di atas paling prioritas. Intinya walaupun tidak ada vendor yang sempurna, tapi mencari yang terbaik dari yang terbaik, tetep nggak ada salahnya

Setelah sebelumnya browsing kalo biaya make up khususnya Paes, tarif yang ditawarkan lumayan bikin aku kembang kempis. Dompet maksudnya, bukan perut hihihihi, membuat aku mengurungkan niat memakai paes. Lama-lama dipikir, ya kapan lagi aku pake paes kalo bukan hari pernikahan. Kalo sanggul modern mah bisa kapan saja, mau ke kondangan, foto keluarga de el el, sementara kalo paes ?? Masa’ ke kondangan pake paes, dikira mau saingan sama pengantinnya lagi. Hahahaha. Jadi aku berusaha untuk menganggarkan dana lebih di rias pengantin. Jadi ditawarin sama temennya Mama yang punya kenalan salon. Namanya Elia Salon di daerah Tiban. Aku memang sengaja mencari yang lokasinya deket sama tempat akad, biar nggak repot. Nyampe sana, ngobrol panjang lebar sama periasnya, nanya apakah dia bisa make up paes. Yang tadinya aku mau pake Paes Solo Putri, diurungkan dan diganti jadi Paes Ageng Jogja yang pake tempelan saja. Kenapa ? Karena pagi jam 9 Insya Allah akad nikah di masjid aku nggak mau dandan wah, kalo bisa sih pake jilbab modifikasi gitu, sementara resepsinya itu siang jam 1-an, nah nggak sempet lah kalo harus bikin pola paes di jidat lebarku ini dengan waktu hanya 1-2 jam sahaja. Tapi kelamaan ngobrol sama si Teteh pemilik salon (sampe detik ini nggak tau namanya), koq ngerasa belum klik. Gimana ya, hmmm kurang meyakinkan si Teteh ini. Kayak kita nanya tarif rias pengantin, dia belum bisa kasih harga pasti karena mesti belanja aksesorisnya dulu. Oh My ?! Padahal seharusnya sebagai salon, ya dia udah stok dong, jadi apapun request pelanggan dia siap. Kalau dia tidak ada stok atau tidak bisa membantu request pelanggan, ya bilang aja nggak bisa. Cuma nggak mungkin kan kalo pada saat itu langsung aku ‘mentahkan’ lagi omongannya. Aku berusaha berdamai saja dengan keadaan. Nggak enak juga sama temen Mamaku yang udah bantuin. Pulang dari sana, masih diskusi sama Mama. Kalo Mama sih terserah karena kan pengantinnya aku, liat gimana sregnya aku aja. Akhirnya aku memutuskan untuk test make up saja dulu keesokan harinya

Bersambung…..

One thought on “Rias Pengantin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s