Urus Surat Nikah

Kalo ngomongin surat nikah, otomatis langsung nyambung ke nama sebuah lembaga yang biasanya mengurusi persyaratan buat dokumen nikah yaitu KUA, yang tak lain dan tak bukan adalah Kantor Urusan Agama. Bicara KUA, dari hasil googling (CMIIW..🙂 ) banyak yang bilang kalo biayanya gede juga. Berkisar dari IDR 500.000 s/d IDR 1.000.000 bahkan ada yang lebih. Jujur, selain biaya katering, yang paling jadi prioritas budget pernikahan aku adalah biaya pengurusan surat-surat di KUA. Jadi jauh-jauh hari aku udah persiapkan dana sekian, kalo misalnya naik dikit ya nggak apa-apa, cuma kalo naiknya berlebihan, ya dinego aja dengan senyuman manis, kali aja turun ya😆

Dikarenakan aku sibuk kerja, apalagi calonku juga kerja 12 jam 7 hari full nggak ada libur, jadi kemungkinan bukan kami berdua sendiri yang ngurusin surat-surat tersebut melainkan dibantu oleh petugas yang bersangkutan. Bisa sih Ayah turun ke darat, kadang kalo mau jalan ke mal ataupun bantuin aku nyari printilan buat nikah, tapi ya malem setelah jam 7, nah kantor-kantor pemerintahan kayak kantor lurah dan KUA pastinya udah tutup. Alhamdulillahnya pak ketua RW di lingkungan rumahku bilang, kalo ada warga perumahan juga yang kerja di KUA dan beliau siap membantu. Biaya bisa dinego, kan tetangga sendiri. Hehehehe. Jadi yang aku siapin itu :

– Surat keterangan domisili sekaligus keterangan untuk menikah dari RT-RW, baik dari CPW maupun CPP === CPW done, CPP belum

Kalo dari akunya sih, RT-RW nggak ada bayaran sepeserpun. Malah dibecandain mulu, mau ngasih stempel aja ngomong banyolan. Alhamdulillah nggak lenyap IDR 20.000 (hihihihihi). Karena memang ya seharusnya begitu, masa’ form selembar, kita mesti bayar at least IDR 10.000 sih (goceng udah nggak kepake jaman sekarang kayaknya). Trus nelpon Ayah juga dia bilang RT-RW di perumahan dia juga nggak nagih biaya admin. Syukur deh…

– Fotokopi kartu keluarga === CPW done, CPP done. Dipersiapin masing-masing 3 lembar

– Fotokopi KTP === CPW done, CPP done. Masing-masing 3 lembar juga

– Fotokopi KTP 2 orang saksi === Saksi CPW dan Saksi CPP belum

Insya Allah sih kalo dari aku, yang jadi saksi nikah entar adalah pamanku -suami dari tanteku, adik ipar Mamaku- (panjang bener). Kalo dari pihak Ayah, sepertinya abang kandungnya deh yang muslim juga

– Pasfoto berwarna ukuran 3×4 dan 4×6 === CPW done, CPP done

Aku make latarnya yang merah. Sebenernya inisiatif aja sih disiapin yang ukuran 3×4 nya 3 lembar dan 4×6 2 lembar aja. Nggak ada info yang pasti dari pak RW tentang jumlah yang seharusnya disiapin. Yo wis, yang penting kalo sisa dibalikin aja, jangan dijadiin koleksi😆

– Materai IDR 6.000 === done (1 buah)

Karena calonku itu mualaf, jadi aku lampirin juga fotokopi sertifikat mualafnya 3 lembar. Semua aku masukkin map tersendiri dan aku pisahin mana yang bagian surat-surat CPW dan bagiannya CPP, jadi entar orang kelurahan atau KUA-nya nggak bingung. Yang belum itu tinggal fotokopi KTP 2 orang saksi sama surat keterangan untuk menikah punya Ayah. Oh ya, biaya administrasinya juga disiapin dong😀 Semangat !!!

One thought on “Urus Surat Nikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s