Mahar

Karena kebetulannya Ayah masih longside di Batam sampe menjelang kepulangannya April nanti, jadi hari Sabtu kemaren aku barengan Ayah pergi nyari mahar buatku. Mahar dalam Islam dapat dikatakan sebagai simbol cinta dan penghormatan dari pria kepada wanita. Juga termasuk hadiah yang diberikan calon suami kepada calon istri yang dipilihnya untuk menjadi pendamping. Mahar diharapkan dapat memberi manfaat bagi calon istri. Walaupun mahar itu hak dari perempuan namun bukan berarti kita sebagai perempuan bisa sesuka hati menentukan mahar untuk kita

Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Nikah yang paling besar barakahnya itu adalah yang murah maharnya” (HR Ahmad 6/145)

Mahar itu juga tergantung dari kesepakatan calon pengantin. Dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi calon suami dan sesuai kerelaan calon istri. Intinya diskusi dan kesepakatan akhir agar nantinya mahar ini tidak merepotkan laki-laki namun tidak mengecewakan perempuan juga. Nah dari hadits di atas sudah jelas kan yaaaaa. Mahar itu memang hak perempuan namun keberkahan pernikahan tetap yang utama. Oke, sekarang balik ke urusan maharku. Karena sebelumnya aku juga udah bilang ke Ayah kalo mahar aku yang biasa aja, dalam artian uang saja, tapi Ayah menginginkan lain. Kenapa aku nggak memilih mahar seperangkat alat shalat atau Al-Qur’an ?? Calon suamiku itu mualaf, jelas kalo aku-lah yang seharusnya menuntun dia menjalankan shalat ato belajar huruf hijaiyah, jadi kalo aku minta mahar seperti yang di atas, akan sangat memberatkan dia, sementara justru dia yang harus dibimbing. So, untuk mahar tersebut, aku urungkan. Ayah pengennya mahar yang bernilai. Aku juga nggak memaksa karena satu sisi Ayah udah kerja keras buat ngumpulin biaya nikah kami yang nggak sedikit, jadi aku juga nggak tega untuk minta macem-macem. Cuma karena Ayah menyanggupi, aku nurut saja

Jadi, Sabtu sore itu, aku janjian sama Ayah buat mengkhususkan mencari mahar. Oh ya, sebelum aku ketemu Ayah jam 7 malem, aku udah janjian sama tante penjahitku sepulang kerja untuk belanja kain buat baju akad. Entar aja deh ya review tentang kain di postingan terpisah. Nah, selesai belanja kain, dengan membawa-bawa kantong belanjaan berisi kain-kain yang beratnya naudzubillah, aku nungguin Ayah di sebuah tempat makan di DC Mal, Jodoh. Kain-kain itu sengaja aku bawa dulu buat ditunjukkin ke Ayah, buat cek warnanya sesuai atau enggak. Jam 7 kurang, Ayah dateng dan nungguin dulu dia makan malem. Oh ya, karena mo ikut gaya-gayaan kayak ABG palentinan, eh si Ayah bawain coklat seabreg buatku, bayanginlah tobl*rone sekardus isi 20 biji, coklat qualit* street yang macem-macem rasa plus ca*bury 3 biji yang guede benerrrr. Wah ini alamat disuruh gemuk nih😆

Selesai Ayah makan, langsung deh kita nyari toko emas di sekitar mal buat nanya emas hari ini berapa per gramnya. Nemu toko mas “Star” yang lokasinya ada di lantai dasar DC Mal, jelasnya sih dari eskalator yang mau ke lantai 2 kan ada KFC, nah jalan ke arah counter-counter HP jangan yang ke arah eskalator, lurus aja pasti nemu karena dia satu-satunya toko emas disana. Nyampe sana nanya sama mbak penjaganya. Dia bilang IDR 325.000 per gram untuk emas kuning dan IDR 375.000 untuk emas putih. Kami lebih milih emas kuning saja karena kalau ada hal darurat yang membutuhkan uang cash dan mengharuskan menjualnya lagi masih ada nilainya dibanding emas putih. Okey, Ayah langsung suruh aku buat milih anting. Liat sana-sini, pilih model trus nyobain sekalian, akhirnya dapet juga anting-anting yang aku suka. Dapet diskon juga dari mbak-nya lho. Dibikinin surat pembelian dan dikasih kotak emas yang kecil. Alhamdulillah udah dapet satu mahar. Trus kami milih-milih lagi antara kalung atau gelang, cuma karena modelnya nggak bagus-bagus, kami milih lain tempat

Kali ini kami ke Mega Mal, tujuannya jelas ke toko mas “Banda Baru”. Toko mas ini terkenal lho di Batam dan cabangnya banyak. Tadinya karena satu area kami ke toko utamanya di Jodoh, eh udah tutup, liat jam udah mau setengah 9, langsung deh buru-buru ke Mega Mal, karena cuma itu cabang yang kami tau dan pastinya toko bakalan mau tutup. Nyampe Mega Mal, jelaslah tu toko mas lagi beres-beres, emas yang di display udah dirapiin. Tapi mereka masih mau melayani pembeli koq, ya iyalah sapa yang nggak mau duit😆 Langsung nanya harga emas kuning per gramnya, dikasih IDR 328.000, wah lebih mahal IDR 3000 dari toko yang tadi. Yo wis, ndak papa udah nyampe sini juga, masa’ nggak jadi beli. Pilih-pilih kalung aja deh, bentuknya cantik-cantik, aku suka semua hahahahaha. Akhirnya aku milih salah satu kalung pilihan yang paling sesuai dan nggak norak. Alhamdulillah (again) pencarian mahar udah kelar. Masih belum tau apakah nantinya mau ditambahin lagi ato enggak sama Ayah, yang penting udah beres maharnya. Oh ya, untuk lokasi toko mas “Banda Baru” yang cabang Mega Mal, ada di lantai dasar tepat pintu masuk dan berhadapan dengan toko sepatu “Fladeo”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s