Kuliner : Sari Jagad Laut SBY, Batam

Karena kapal tempat bekerja Ayah sedang berada di perairan di sekitar Batam, jadi begitu ada kesempatan bisa turun ke darat, Ayah mampir deh buat ketemu aku. Makanya tadi malam, kami bisa makan bareng berdua, di tempat kenangan, warung tenda Sari Jagad Laut SBY. Lokasi warung tenda ini berada di depan Hotel Horisona, Nagoya. Banyak deretan warung tenda juga yang menjual masakan laut seperti udang, cumi, kepiting, ikan bahkan ayam juga ada walopun ayam nggak tinggal di laut (garing :D), tapi SBY ini yang lebih terkenal. Nggak tau kenapa, mungkin karena nyomot nama presiden kita atau mungkin juga artinya SBY itu Surabaya, karena rata-rata pelayannya make bahasa Jawa Timur-an gitu

Untuk menu, rata-rata sama. Misal udang, banyak pilihan olahannya misal mau digoreng tepung, mentega, asam manis, asam pedas ataupun saus tiram. Tinggal kita pilih sesuka hati dan selera. Saat kita baru tiba, pelayan langsung memberikan secarik kertas berisi pilihan menu. Mulai dari nasi, sayur pendamping (cuma ada dua macam, tumis kangkung dan tumis tauge), macam-macam lauk dan minuman. Tidak ada harga tertera disana, yang pasti harganya sangat terjangkau. Seporsi lauk tidak sampai IDR 15.000 per piring, kecuali ikan, mungkin dihitung berdasarkan berat ikannya

Malam itu kami memesan, Udang Asam Manis, Ayam Goreng Tepung (menu wajib tiap datang kesini), Tumis Kangkung Biasa (ada pilihan Belacan/Terasi juga, tapi untuk rasa kayaknya nggak ada beda), Tahu-Tempe Goreng dan Nasi Putih tentu saja. Minumnya aku pilih Air Mineral (selalu !!) dan Ayah pilih Jeruk Manis Dingin. Oh ya, setiap kesini, kami pasti pesen extra sambal, karena sambalnya itu lho, enaaakk banget. Nggak terlalu pedes, cuma kayaknya mereka goreng lagi sambalnya jadi berminyak. Selesai memesan, kami perlu menunggu pesanan kami diolah. Tapi yang hebatnya disini, nggak perlu waktu lama, kayaknya setiap meja nggak sampe 30 menit, hidangan udah tersaji di meja

Ini dia penampakannya :

Untuk rasa, dibilang enak banget ya menurut aku enak. Hehehehe… Selera orang beda-beda sih, tapi hidangannya memuaskan dan mengenyangkan. Rame banget pada makan disini apalagi weekend, dijamin jangankan nyari kursi buat duduk, nyari parkir aja susah. Oh ya, mereka juga ada bangunan baru di dalam ruko yang terletak berdekatan dengan warung tendanya. Cuma koq kayaknya banyakan yang seneng duduk di warung tenda pinggir jalannya dibanding di dalam ruko, kecuali kalo ya itu tadi situasi rame banget, mungkin duduk + makan di area rukonya bisa jadi pilihan, daripada nggak dapet tempat duduk sama sekali. Untuk tempat shalat, bisa di lantai 2 rukonya. Tersedia mukena juga. Tanya aja sama pelayannya, pasti ditunjukkin arah ke mushola. Biaya makan kami malam tadi untuk berdua, IDR 48.000. Cukup terjangkau kan ?!

Kekurangannya tempat ini adalah begitu banyak pengamen keluar masuk dan peminta-minta. Bisa hampir 10-an mereka dateng setiap kali aku dateng kesana. Kalo per orang dikasih seribuan aja, udah sepuluh ribu juga. Repotnya kalo lagi makan, tangan kan kotor tuh, eh si pengamen itu mana mau tau, tetep aja minta dikasih, ntar kalo nggak dikasih, mukanya langsung nyeremin gitu. Makanya kalo makan disini, aku siapin duit seribuan sekitar 10-15 lembar dan disiapin di tempat terjangkau, biar gampang ambilnya. Oh ya, disini juga ada menu Nasi Goreng, enak banget pake telur setengah matang, acar dan gulai ati-ampela. Hmmmmm…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s