Jalan-jalan : 1 Day at Johor Bahru, Malaysia (25 Desember 2011)

Selesai dari Sentosa, kami lanjut ke Johor Bahru lewat perjalanan darat tepatnya Causeway Link. Sebelumnya kami shalat Dhuhur dulu di Masjid Temenggong. Kalo naik kendaraan pribadi ataupun taxi, saat cek imigrasi di Woodlands dan Sultan Iskandar (Johor) nggak perlu turun dari kendaraan. Tapi kalo naek bus yang dari Singapore, mesti turun dari bus, bawa-bawa bagasi, belum lagi petugasnya agak sensi kalo sama penumpang bus karena kadang para TKI atau TKW naik ini, jadi ditakutkan ada nyelip imigran gelap. Walopun penasaran juga sih gimana rasanya naik bus dari Singapore ke Johor, kapan-kapan pengen nyoba. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam, kalo nggak macet. Alhamdulillah pas kesana walopun lagi suasana Natal, nggak macet tuh, lancar nyoosss. Suasana setelah masuk Johor, hmmm seperti di Batam. Perumahan penduduknya, jalannya, kanan kirinya jalan, hampir kayak suasana Batam. Nothing special sih, cuma karena pengen ngotorin paspor aja pake stempel imigrasi Malaysia. Hehehehe

Mampir ke New York Hotel buat numpang buang hajat :p, abis itu lanjut ke Pasar Tani di dekat Terminal Bus Larkin. Pasar Tani ini mirip kayak pasar kaget pas Ramadhan. Aneka jajanan, masakan kayak mie goreng, nasi goreng dll, trus ada juga yang jual daging segar, ikan segar bahkan sampe penjual VCD juga ada. Pusing milih makanan apa, karena buanyaaaakk pilihan dan nama makanan yang aneh-aneh. Kayak air katira, air jagung, air barley, sate ayam isi dll. Nah, di sana aku sempet nyobain crab nugget (nugget ketam/kepiting) enak banget dicocolin saos, sate ayam isi (maksudnya daging doang) yang warnanya merah gitu kayak dikasih saos waktu pembakarannya, hmmm enak juga, trus nyobain air jagung, segerrr. Dan nggak lupa, beli durian Malaysia. Gratis dibeliin sama kakak angkat. Asiiikkkk

Dari Pasar Tani, kami menuju Pasar Borong Pandan City. Nggak tau kenapa koq kakak ngajaknya ke pasar melulu. Hehehehe. Di sana juga nggak ada yang special, hanya pasar yang menjual pakaian, mainan anak, ada sih supermarketnya yang ngejual sembako gitu, tapi ya namanya pasar apa sih menariknya. Bedanya di sini pasarnya kering, bersih. Abis nemenin kakak belanja mainan anak buat cucunya, kami makan di foodcourt yang ada di tengah-tengah pasar. Aku pesen Hotplate Mie Sapi Lada Hitam sama minumnya Lemon Tea kalengan dari merk Seas*n. Aku makan mienya berdua sama temen, karena dia masih kenyang, jadi nggak mau pesan makanan lagi. Dan porsi yang datang juga lumayan banyak, ada telur setengah matangnya pula. Nyam..nyam.. Kakak dan Abang juga belikan sate ayam dan lembu buat dimakan rame-rame. Kuah kacang untuk satenya enak lo. Untuk harga nggak tau karena lagi-lagi dibayarin. Sempet liat menu sih, kalo nggak salah Hotplate Mie pesenanku sekitar RM 7.50. Selesai makan, kami pulang menuju Singapore lagi. Ada satu pelajaran penting dari kakak, temenku ini ninggalin tas berisi mukena di dalam mobil, tapi ada juga paspor dan dompetnya yang dia taruh di dalam mobil, nah kakak langsung panik dan cepat-cepat ajak kami menuju parkiran. Katanya jangan pernah ninggalin tas/apapun di dalam mobil, lebih baik taruh di bagasi, karena keamanannya kurang. Bahkan tidak segan-segan maling memecahkan kaca mobil untuk mengambil tas yang tergeletak di dalamnya, yang bahkan si maling ini belum tahu isinya apa, pokoknya tas di dalam mobil itu diambil deh. Apalagi untuk kendaraan pribadi yang berplat Singapore. Yah aku juga nggak tau kebenarannya, karena ini cerita dari kakak angkat. Beruntung deh, tas temenku dan mobil abang angkat nggak kenapa-napa. Alasan si kakak sih karena kebetulan diparkir tepat di dekat pintu masuk supermarket jadi masih banyak orang lalu lalang. Orang yang mau maling pun pasti berpikir seribu kali sebelum memecahkan kaca mobil. Nyaris cerita kakak tadi membuat wajah temanku mendadak pucat membayangkan kalau paspornya bener-bener melayang

Mobil melaju menuju Singapore lagi. Malam ini kami menginap di rumah saudara kakak angkatku di Bukit Panjang Town Council. Rumah flat khas Singapore. Sampai di sana kami dikenalkan ke saudaranya itu. Kebetulan anaknya cuma 1 dan lagi berlibur ke rumah neneknya dan suaminya masih bekerja, pulang larut malam. Sampai flat, kami bergantian mandi dan berganti baju, lalu bersiap-siap untuk menyantap durian !! Karena perut yang masih full, aku cuma sanggup menghabiskan sebutir saja. Setelah itu, kakak dan abang angkat pamit untuk pulang dan berjanji untuk menjemput kami keesokan harinya jam 08.30 pagi untuk mengantarkan kami ke Harbour Front Ferry Terminal. Malam itu kami diberikan satu kamar tersendiri, bisa maen laptop juga karena ada WiFi gratis, dibuatkan teh hangat dan kami pun tertidur pulas karena badan sangat letih

Dari kiri atas searah jarum jam : Roti Naan, Sate Lembu + Sate Ayam khas Malaysia, Hotplate Mie Lada Hitam, Mee Siam-Gambar dari kiri atas searah jarum jam : Roti Naan, Sate Lembu dan Ayam, Hotplate Mie Sapi Lada Hitam, Mee Siam

Pagi hari dijemput on time oleh kakak jam 08.30. Setelah berpamitan dengan saudaranya kakak, kami menuju mobil dan bersiap kembali pulang ke Batam. Sebelumnya diajak sarapan dulu di West Coast Foodcourt. Aku pesen Mee Siam (bihun kuah yang berwarna merah dan diberi balado telur, rasanya asem banget, nggak tau kenapa) dan temenku pesen Lontong Sayur (yang rasanya hambar alias kurang mantep). Harganya juga nggak tau karena dibayarin :p

Nyampe di Harbour Front Ferry Terminal, mampir dulu ke KFC belikan titipan temen yaitu Egg Tart. 1 Box isi 6 pcs (campur rasa original dan rasa dobel coklat) harganya S$ 7.50 dan karena penasaran apa sih rasa egg tart ini, aku pun beli untuk makan di perjalanan 2 pcs rasa original @S$ 1.30. Total kena S$ 10.10, karena aku nggak punya koin pecahan 10 cent, jadi kakak deh yang bayarin. Makasih banyak-banyak kakak dan abang. Nah langsung deh siap-siap boarding, karena aku booking yang jam 11.20, jadi boardingnya jam 10.20, eh tau-tau ada petugas Wavemaster menawarkan kami untuk change ke jam 10.30 saja, aku juga nggak tau kenapa, mungkin ada penumpang yang cancel. Jadilah aku dan temanku berlari-lari dengan bawaan yang bertambah berat karena ada oleh-oleh coklat, check in dan masuk ke kapal yang sudah full. Akhirnya kami pun berangkat jam 10.30 dan tiba di Batam di jam yang sama (karena Batam lambat 1 jam dari S’pore). Karena badanku sudah capek sekali dan tidak kuat menggendong ransel, akhirnya aku menelepon taxi langganan untuk mengantarkanku ke rumah. Dan aku pun berpisah dengan temanku karena kami beda arah ke rumah. Semoga akan ada perjalanan-perjalanan lainnya ya jeung…….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s