Singapore : Hotel

Cukup lama dan pusing memilih dimana kami akan menginap. Rata-rata hostel nggak menerima tamu di bawah umur 12 tahun, jadi pilihan hostel kami coret. Ada sih hostel yang punya private room dan bisa anak kecil ikutan nginep asal bareng sama ortunya, cuma kadang aku baca dari review-nya ada yang hostelnya kurang bersih malahan kamar mandinya ada yang sharing. Ogah ah. Akhirnya aku pilih hotel aja dan ternyata oh ternyata harga per malam hotel di Singapore itu bikin kita elus-elus dompet saking mahalnya hahaha Continue reading

Singapore : Antri dan Antri

Horeee Alhamdulillah bisa ke Singapore lagi, tapi kali ini bertiga dengan mas Langit. Terakhir ke Singapore itu tahun 2012, lama juga ya 3 tahun absen nggak jalan-jalan kemana-mana, karena tahun 2013-nya hamil dan tahun depannya lagi melahirkan. Otomatis fokus pemulihan pasca lahiran dan ngurus anak. Balik lagi ke cerita jalan-jalannya, kali ini lebih lama ke Singapore-nya dan pake acara nginep pastinya. Cerita tentang hotel ada di postingan selanjutnya yaaa
Continue reading

Pengurusan Paspor (Jilid 3 – Habis)

Jilid 1 klik disini
Jilid 2 klik disini juga

Semoga yang baca masih belum bosen yaaa…

Alhamdulillah tanggal 30 Juli lalu beres urusan paspor kami bertiga. Aku dan suami proses memperpanjang paspor habis berlaku sementara anak bikin paspor baru. Sesuai jadwal dari nomor inden yang kami dapet, datanglah kami ke Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam di area Batam Centre pagi-pagi sekali. Kenapa harus pagi, padahal di kertas nomor inden tertulis jam 08.00 – 10.00?? Karena tetep harus antri lagi bookk. Dan perlu aku tulis disini, untuk pendaftaran paspor online ataupun offline (manual, seperti aku) TETAP harus antri juga, nggak dipisahin loketnya. Aku tahu hal ini dari temen yang kebetulan udah beres paspornya dan dia daftar online. Soo nggak ada bedanya tho dengan yang manual. Hal ini sungguh berbeda dengan tahun 2012 waktu ngurusin paspor adek yang online, yang mana loketnya dibedain

Continue reading

Aqiqah Langit

Alhamdulillahirabbil Alamin…

Tanggal 26 Juli lalu tunai sudah “hutang” kami sebagai orangtua untuk meng-aqiqah-kan putra pertama kami, Sabda Langit Anandra. Memang lambat dibanding waktu yang dianjurkan yaitu 7 hari setelah kelahirannya, tapi semua itu karena waktu yang belum tepat, jadwal cuti kerja Ayahnya yang singkat menjadikan aqiqah ini molor terus dari yang diinginkan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan *pembenaran*
Continue reading

Pengurusan Paspor (Jilid 2)

Lanjutan yaa dari sini

Sebelumnya aku mau jelasin alasan kenapa aku bikin paspornya via manual alias walk in alias rela bersusah-susah ke Imigrasi. Jadi aku dan suami berencana mau migrasi dari Paspor Biasa 48H menjadi Paspor Elektronik (E Paspor) 48H. Alasannya? Denger-denger tahun ini mesti pada ganti ke E Paspor. Keuntungannya sendiri : bisa autogate di Bandara Internasional tertentu (contoh : Bandara Soetta Jakarta) dan bebas visa ke Jepang selama 3 tahun dengan masa tinggal tidak lebih dari 15 hari. CMIIW… Dan tidak tertutup kemungkinan negara-negara lain bakal mengikuti jejak Jepang membebaskan visa khusus pemegang E Paspor Amiiinnn semoga aja yaa

Continue reading

Pengurusan Paspor (Jilid 1)

Berhubung ceritanya panjang dan belum tuntas ngurus paspornya, makanya aku langsung bagi aja jadi beberapa postingan terpisah…

Pasporku dan suami sama-sama bakal habis masa berlaku bulan Desember tahun ini. Dan karena suami sering keluar negeri mau nggak mau wajib perpanjang paspor bulan ini karena minim paspor masa berlaku tidak kurang dari 6 bulan sebelum expired. Yasudlah aku pun ikutan ngurus perpanjangan juga, ogah kalo harus pergi sendiri ke Imigrasi haha. Si kecil juga sekalian kami buatkan paspor, biar kalo mau jalan-jalan ke LN gampang

Continue reading

Kuliner : Bento Tei, Batam

*postingan telat, ngendap di draft*

Dua minggu lalu secara nggak sengaja bikin anniversary persahabatan. Kedengeran ganjil ya? Jadi gini, waktu pertama kali masuk sekolah, seperti biasa kenalan lah sama temen-temen baru. Lama kelamaan terkadang ada ketidakcocokan, beda prinsip, beda pandangan. Akhirnya ketemulah sama (awalnya) 3 orang temen baru yang memang sekelas juga sama aku. Pertemanan ala-ala ABG lah, nongkrong makan mie ayam pulang sekolah, cabut dari jam pelajaran yang kita nggak suka (hahaha… cuma 1x aja koq dan langsung kapok), sengaja beli roll film trus foto-foto aneka gaya lanjut cuci foto dan diabadikan di album
Continue reading